Modifikasi Diet

Jenis Dukungan Gizi

Algoritma Terapi Gizi
Algoritma Terapi Gizi
Sumber: Lutz, C dan Przytulski K (2010).

Makanan Enteral

Dukungan Gizi Enteral (Enteral Nutrition/EN) adalah metode pemberian zat gizi (berupa formula cair) langsung ke dalam saluran cerna (lambung atau usus halus) menggunakan selang khusus. Dukungan Enteral adalah pilihan utama (gold standard) ketika pasien tidak mampu atau tidak boleh makan melalui mulut secara adekuat, tetapi saluran cernanya masih berfungsi (minimal sebagian).

Indikasi Pemberian:
  • Pasien dengan Asupan Oral Tidak Adekuat (NI-2.1) atau Puasa dalam Jangka Panjang (ND-1.1.1).
  • Pasien dengan Disfungsi Menelan (NC-1.1) atau Obstruksi di saluran cerna atas (mulut, esofagus).
  • Kondisi Hipermetabolisme yang membutuhkan kalori/protein sangat tinggi (misalnya Luka Bakar luas, Trauma Mayor).
Jenis Formula Enteral
Jenis Formula Deskripsi Komponen Gizi Indikasi Klinis Utama
1. Formula Polimerik (Polymeric Formula) Formula lengkap dan seimbang. Karbohidrat, protein (utuh/intact), dan lemak dalam bentuk kompleks. Pasien dengan fungsi saluran cerna normal atau minimal terganggu. Cocok untuk sebagian besar kasus umum.
2. Formula Oligomerik (Oligomeric/Peptide Formula) Protein dihidrolisis menjadi peptida rantai pendek; lemak sebagian besar adalah MCT (Medium Chain Triglyceride). Pasien dengan gangguan pencernaan berat (malabsorpsi), misalnya Pankreatitis Akut, Short Bowel Syndrome yang masih berfungsi.
3. Formula Monomerik (Elemental Formula) Semua zat gizi berupa molekul paling sederhana (asam amino, glukosa, MCT). Tidak memerlukan proses pencernaan. Pasien dengan gangguan absorbsi sangat berat dan radang usus aktif (Fistula usus, Malabsorpsi berat).
4. Formula Khusus Penyakit (Disease-Specific Formula) Dimodifikasi untuk penyakit tertentu (misalnya, Tinggi Kalori-Rendah Cairan untuk Gagal Ginjal; Tinggi BCAA untuk Ensefalopati Hepatis; Tinggi Serat untuk Konstipasi). Pasien dengan penyakit metabolik/organ spesifik (DM, Gagal Ginjal, Gagal Hati, Imunokompromis).
Jalur Pemberian Formula Enteral
Jalur Akses Lokasi Ujung Selang Durasi Penggunaan Keuntungan & Kerugian Utama
Jangka Pendek (< 4–6 minggu)
Nasogastrik (NGT) Lambung (melalui hidung) Umumnya < 4 minggu Paling mudah dipasang dan dilepas. Memanfaatkan fungsi lambung. Risiko aspirasi tinggi jika pasien memiliki gangguan kesadaran atau refluks.
Nasojejunal (NJT) Usus Halus (Jejunum) Umumnya < 4 minggu Menghindari lambung (jika lambung harus diistirahatkan atau ada refluks berat). Pemasangan lebih sulit (perlu endoskopi/fluoroskopi).
Jangka Panjang (> 4–6 minggu)
Gastrostomi (G-Tube) Langsung ke Lambung (melalui pembedahan/PEG) > 6 minggu (permanen) Nyaman bagi pasien, risiko aspirasi lebih rendah dari NGT. Perlu prosedur operasi (Percutaneous Endoscopic Gastrostomy/PEG).
Jejunostomi (J-Tube) Langsung ke Jejunum (melalui pembedahan) > 6 minggu (permanen) Pilihan terbaik jika lambung harus diistirahatkan total (misalnya pasca-operasi esofagus/lambung).
Metode Pemberian
Metode Pemberian Deskripsi Keuntungan & Kekurangan
Bolus / Intermittent Formula diberikan dalam volume besar (200–400 ml) setiap 3–6 jam (mirip waktu makan normal). Fisiologis, mudah dilakukan di rumah. Risiko mual/diare jika volume terlalu cepat/banyak.
Kontinu (Continuous) Formula dialirkan perlahan dan terus-menerus selama 12–24 jam menggunakan pompa. Toleransi lebih baik pada pasien kritis atau yang diberi melalui Jejunum. Membatasi mobilitas pasien.

Makanan Parenteral

Dukungan Gizi Parenteral (Parenteral Nutrition/PN) atau sering disebut Nutrisi Intravena adalah metode pemberian zat gizi (berupa cairan steril) langsung ke dalam sirkulasi darah melalui akses vena. PN diberikan ketika pasien tidak mampu atau tidak boleh menerima nutrisi melalui saluran cerna (Gastrointestinal/GI Tract) dalam jangka waktu yang lama. PN merupakan pilihan intervensi terakhir (last resort) karena risiko komplikasi yang lebih tinggi dan biaya yang lebih mahal dibandingkan Nutrisi Enteral.

Prinsip Utama Pemberian PN:
  • Bypass Saluran Cerna: PN sepenuhnya melewati proses pencernaan dan penyerapan di lambung dan usus.
  • Solusi Steril: Semua komponen nutrisi harus dicampur secara steril di farmasi untuk mencegah infeksi dan kontaminasi.
  • Individualisasi: Formula PN harus diracik secara khusus (customized) oleh tim nutrisi (dokter, dietisien, farmasis) berdasarkan kebutuhan energi, protein, dan kondisi elektrolit pasien.
Tujuan Gizi PN:
  • Mempertahankan Keseimbangan Nitrogen Positif: Menyediakan asam amino yang cukup untuk sintesis protein tubuh.
  • Mencegah Katabolisme: Memberikan energi yang cukup dari glukosa dan lemak untuk mencegah pemecahan protein otot.
  • Mengistirahatkan Usus: Memberi waktu istirahat total bagi saluran cerna agar dapat pulih dari kondisi akut.
Komponen Makronutrien PN
Komponen (Sumber Kalori) Bentuk Kimia (yang Diberikan) Fungsi Utama Nilai Kalori (Konsentrasi Umum)
Karbohidrat Dektrosa (Glukosa Monohidrat) Sumber energi utama (minimal 100 g/hari untuk otak), mencegah hipoglikemia. 3.4 kkal/gram (Solusi 10%–70%)
Protein Asam Amino Kristalin Sintesis protein, mempertahankan keseimbangan nitrogen. 4.0 kkal/gram (Solusi 5%–20%)
Lemak Emulsi Lemak (Soya, MCT, atau Campuran) Sumber energi padat, mencegah Defisiensi Asam Lemak Esensial (EFA). 10 kkal/gram (Emulsi 10%, 20%)
Mikronutrien Elektrolit, Vitamin, Mineral, Trace Elements (Seng, Kromium, dll.) Kofaktor metabolisme, mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Tidak menyumbang kalori signifikan.
Tabel Klasifikasi Jalur Akses PN
Jenis Akses Lokasi Vena Maksimum Osmolaritas Durasi Penggunaan Komentar Utama
Nutrisi Parenteral Perifer (PPN) Vena perifer (lengan, tangan). < 900 mOsm/L Jangka pendek (< 14 hari) Digunakan hanya jika Nutrisi Parsial diperlukan (karena osmolaritas rendah = kalori terbatas). Risiko tromboflebitis tinggi.
Nutrisi Parenteral Sentral (CPN/TPN) Vena sentral besar (misalnya Vena Subklavia, Vena Jugularis) melalui kateter PICC atau CVC. Tidak Terbatas (Biasanya > 1500 mOsm/L) Jangka panjang Digunakan untuk TPN (Nutrisi Total). Memerlukan prosedur pemasangan steril dan risiko infeksi yang tinggi (CLABSI).