Diet atau Makanan Rumah Sakit ➤ Standar Khusus Makanan Rumah Sakit
Diet Protein Rendah (Diet PR)
Diet Protein Rendah (Diet PR) adalah diet terapi yang mengalami modifikasi ketat dengan membatasi asupan protein total. Pembatasan ini dilakukan karena tubuh tidak mampu memetabolisme hasil akhir protein (terutama ureum dan amonia) secara efisien, yang dapat menumpuk dan menjadi racun. Diet PR merupakan intervensi gizi ND yang bertujuan utama untuk mengurangi beban kerja pada organ Ginjal dan Hati yang mengalami penurunan fungsi. Tujuan Pemberian Diet PR:
- Mengurangi Produksi Ureum dan Amonia: Membatasi asupan protein untuk meminimalkan beban zat sisa nitrogen (ureum) yang harus dikeluarkan oleh ginjal, atau amonia yang harus diubah oleh hati.
- Mencegah Uremia dan Ensefalopati: Mencegah komplikasi serius seperti Uremia (penumpukan ureum di darah) pada pasien gagal ginjal, dan Ensefalopati Hepatis (gangguan fungsi otak) pada pasien sirosis hati.
- Mempertahankan Status Gizi Optimal: Memberikan kalori yang cukup dari karbohidrat dan lemak untuk mencegah pemecahan protein tubuh (katabolisme), sambil menjaga asupan protein tetap terkontrol.
Indikasi Pemberian
- Pasien dengan Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang belum menjalani dialisis (pre-dialisis).
- Pasien dengan Gagal Ginjal Akut (GGA) yang disertai dengan peningkatan ureum darah yang signifikan.
- Pasien Sirosis Hati yang disertai komplikasi Ensefalopati Hepatis (perubahan kesadaran).
- Pasien dengan Kadar Zat Gizi dalam Darah Berlebihan (NC-2.2) berupa Ureum/BUN/Amonia tinggi.
Prinsip dan Syarat Diet Protein Rendah
| No. | Aspek | Syarat Wajib Diet PR |
|---|---|---|
| 1. | Energi (Kalori) | Tinggi/Adekuat (35–45 kkal/kgBB). Kalori tinggi dari karbohidrat dan lemak sangat penting untuk protein sparing effect (menghemat protein) agar protein tubuh tidak dipecah. |
| 2. | Protein | Rendah dan Terkontrol Ketat. Diberikan 0.6 – 0.8 gram/kgBB (GGK predialisis) atau bahkan lebih rendah (0.4 g/kgBB) pada ensefalopati akut. Harus menggunakan Protein Nilai Biologis Tinggi (NAB) minimal 50% dari total protein. |
| 3. | Karbohidrat | Tinggi (60%–75% TEE). Sebagai sumber kalori utama dan penghemat protein. |
| 4. | Lemak | Cukup (25%–35% TEE). Harus diperhatikan pembatasan natrium (garam) dan cairan yang sering menyertai diet ini. |
| 5. | Mineral & Vitamin | Perlu suplementasi Vitamin B dan C, serta pembatasan Kalium (pada GGK dengan hiperkalemia) dan Fosfor. |
| 6. | Porsi | Diberikan 3 kali makanan utama dan makanan selingan rendah protein khusus (misalnya, tepung khusus rendah protein). |
| Tingkat Diet PR | Batasan Protein/Hari (Dewasa) | Indikasi Klinis Khas |
|---|---|---|
| PR I | 20–25 gram | Gagal Ginjal Kronis (GGK) stadium akhir (LFG < 25 mL/menit). |
| PR II | 30–40 gram | GGK stadium sedang (LFG 25–50 mL/menit). |
| PR III | 40–50 gram | GGA dalam fase penyembuhan atau GGK stadium awal. |
| Kelompok Bahan Makanan | Bahan Makanan yang Dianjurkan (Sangat Dibatasi Protein) | Bahan Makanan yang Dibatasi Keras/Dihindari |
|---|---|---|
| Sumber Protein | Protein NAB (Nilai Biologis Tinggi): Daging/Ikan/Ayam/Telur (diberikan dalam jumlah yang ditimbang ketat sesuai resep diet). | Semua sumber protein Nilai Biologis Rendah (tempe, tahu, kacang-kacangan) dan Protein Hewani berlebihan. |
| Karbohidrat | Nasi/Nasi Tim/Bubur, Mi, Tepung Sagu/Tapioka/Maizena, Gula, Minyak. | Nasi (jika pasien belum bisa makan nasi porsi sedikit), Roti dari gandum utuh (karena tinggi protein nabati). |
| Buah & Sayur | Disesuaikan dengan kadar kalium (K). Dianjurkan buah rendah K (pepaya, apel, pir). Sayuran rendah K (labu siam, terung) yang diolah dengan metode perendaman/pencucian. | Buah/Sayur tinggi K (pisang, alpukat, durian, bayam, daun singkong) jika Kalium pasien tinggi. |
| Pengolahan | Pengolahan KH/Lemak secara optimal (misalnya makanan selingan yang tinggi gula/lemak) untuk memastikan kalori tercapai. | Semua makanan olahan tinggi protein, tinggi garam, dan makanan cepat saji. |