Diet atau Makanan Rumah Sakit ➤ Standar Khusus Makanan Rumah Sakit
Diet Lemak Rendah (Diet LR)
Diet Lemak Rendah (Diet LR) adalah modifikasi diet yang membatasi asupan lemak total, terutama asam lemak jenuh, kolesterol, dan trigliserida. Pembatasan ini dilakukan karena adanya gangguan pada proses pencernaan, penyerapan, dan/atau metabolisme lemak. Tujuan Pemberian Diet LR:
- Mengistirahatkan Organ: Mengurangi stimulasi sekresi asam lambung dan getah pankreas, serta mengurangi produksi empedu, yang dipicu oleh lemak.
- Mencegah Nyeri/Kembung: Menghindari gejala kembung, mual, nyeri perut, dan diare (steatorrhea) yang disebabkan oleh penyerapan lemak yang tidak sempurna.
- Mengontrol Berat Badan: Membantu mengontrol berat badan pada pasien dengan obesitas yang disertai penyakit komplikasi (meskipun bukan tujuan utama).
- Menormalkan Kadar Lemak Darah: Membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah (terutama Diet LR jenis tertentu).
Indikasi Pemberian
- Gangguan Kantung Empedu: Kolesistitis (radang empedu), Kolelitiasis (batu empedu), pasca-kolesistektomi.
- Gangguan Hati: Hepatitis (radang hati) akut maupun kronis, Sirosis Hepatis.
- Gangguan Pankreas: Pankreatitis (radang pankreas) akut maupun kronis.
- Malabsorpsi Lemak (misalnya, pada penyakit usus tertentu).
- Pasien dengan kadar lemak darah tinggi (hiperlipidemia) yang berisiko penyakit jantung.
Prinsip dan Syarat Diet Lemak Rendah
| No. | Aspek | Syarat Wajib Diet LR |
|---|---|---|
| 1 | Energi (Kalori) | Cukup, sesuai kebutuhan AKG pasien. Jika pasien malnutrisi atau sakit berat, dapat diberikan ETPT Rendah Lemak. |
| 2 | Protein | Cukup hingga Tinggi (15%–25% TEE). Penting untuk regenerasi sel hati (pada hepatitis) dan mencegah malnutrisi. |
| 3 | Lemak | Rendah. Dibatasi menjadi 10%–25% dari total energi (TEE). Harus memilih jenis lemak tidak jenuh (MCT/Medium Chain Triglyceride) jika malabsorpsi parah. |
| 4 | Karbohidrat | Tinggi, sebagai pengganti kalori dari lemak, yaitu 60%–75% dari TEE. Sumber karbohidrat harus mudah dicerna. |
| 5 | Konsistensi | Disesuaikan dengan toleransi. Umumnya Lunak atau Biasa. Jika ada gejala akut, dimulai dari Saring. |
| 6 | Teknik Masak | Wajib diolah tanpa minyak atau sedikit minyak. Dianjurkan direbus, dikukus, dipanggang, atau dibakar. |
| Jenis Diet | Persentase Lemak (% TEE) | Indikasi Klinis Khas |
|---|---|---|
| Diet LR I | Sangat Rendah (≈ 10% TEE) | Fase akut Pankreatitis atau Kolesistitis. |
| Diet LR II | Rendah (≈ 15% TEE) | Fase pemulihan Hepatitis atau Kolesistitis. |
| Diet LR III | Rendah (≈ 20%–25% TEE) | Diet jangka panjang untuk Hiperlipidemia atau Sirosis Hati yang stabil. |
| Kelompok Bahan Makanan | Bahan Makanan yang Dianjurkan (Rendah Lemak) | Bahan Makanan yang Dibatasi Keras/Dihindari |
|---|---|---|
| Sumber Protein | Daging tanpa lemak (daging sapi has dalam, ayam tanpa kulit), Ikan kurus (kakap, gabus) direbus/kukus. Putih telur. | Daging berlemak (jeroan, iga, sosis, daging olahan), Kuning telur (dibatasi 1-2x/minggu), Ikan berminyak (sarden, tuna kaleng dengan minyak). |
| Susu & Olahannya | Susu Skim (rendah lemak), Yogurt low-fat, Keju rendah lemak. | Susu full cream (lemak tinggi), Krim, Keju tinggi lemak. |
| Lemak | Minyak jagung, minyak kedelai, atau margarin rendah lemak dalam jumlah yang sangat dibatasi. | Santan kental, Mentega, Minyak kelapa sawit dalam jumlah banyak, Minyak babi. |
| Karbohidrat | Semua jenis nasi, bubur, roti, kentang, sereal tanpa tambahan lemak. | Roti/kue yang dibuat dengan banyak mentega atau margarin, gorengan. |
| Teknik Olah | Rebus, Kukus, Pepes, Panggang, Tumis (dengan sedikit minyak). | Goreng (deep frying), Memasak dengan santan kental atau full cream. |