Modifikasi Diet
Diet atau Makanan Rumah Sakit ➤ Standar Khusus Makanan Rumah Sakit

Diet Garam Rendah (Diet GR)

Diet Garam Rendah (Diet GR), atau juga dikenal sebagai Diet Natrium Rendah (Diet NaR), adalah diet terapi yang mengalami modifikasi ketat dengan membatasi asupan natrium (sodium), baik yang berasal dari garam dapur (NaCl) maupun bahan makanan yang secara alami atau olahan mengandung natrium tinggi. Diet GR merupakan intervensi gizi ND yang bertujuan utama untuk membantu mengendalikan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan retensi cairan (edema) yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh mengatur keseimbangan air dan natrium. Tujuan Pemberian Diet GR:

  • Menurunkan Tekanan Darah: Mengurangi asupan natrium terbukti efektif membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada pasien yang sensitif terhadap garam.
  • Mencegah dan Mengurangi Edema: Mengurangi penumpukan cairan dalam jaringan tubuh (edema), terutama di kaki, perut (asites), dan paru-paru, yang disebabkan oleh retensi natrium.
  • Meringankan Kerja Organ: Mengurangi beban kerja ginjal dalam mengeluarkan natrium berlebih dan meringankan beban jantung.
  • Mencegah Komplikasi Lanjut: Mencegah komplikasi penyakit kardiovaskular (jantung, stroke) dan gagal ginjal.

Indikasi Pemberian

  • Pasien Hipertensi (Tekanan darah tinggi).
  • Pasien Gagal Jantung (Congestive Heart Failure/CHF) yang disertai edema.
  • Pasien Gagal Ginjal Akut atau Kronis (GGA/GGK) yang disertai edema, asites, atau oliguria (produksi urin sedikit).
  • Pasien Sirosis Hati (Hepatitis Kronis) yang disertai asites atau edema.
  • Pasien yang sedang menjalani terapi obat-obatan steroid yang dapat menyebabkan retensi natrium.
Prinsip dan Syarat Diet Garam Rendah

Pembatasan natrium harus dilakukan secara cermat, tidak hanya dari garam dapur, tetapi juga dari bahan makanan yang mengandung natrium tersembunyi.

Tabel Syarat Umum Diet Garam Rendah
No. Aspek Syarat Wajib Diet GR
1. Energi & Gizi Lain Cukup kalori, protein, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan AKG dan penyakit penyerta.
2. Natrium (Garam) Dibatasi Ketat. Pembatasan dilakukan sesuai tingkatan diet (GR I, II, atau III).
3. Pemasakan Semua makanan harus diolah tanpa garam dapur, saus, kecap, atau bahan penyedap lain yang mengandung natrium tinggi.
4. Cairan Asupan cairan seringkali juga dibatasi (jika disertai edema atau gagal ginjal) sesuai instruksi medis.
5. Bahan Terlarang Menghindari makanan yang diawetkan atau diproses karena hampir semua mengandung garam tinggi sebagai pengawet.
Klasifikasi Tingkat Pembatasan Natrium

Pembatasan natrium biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala retensi cairan dan tekanan darah pasien.

Tingkat Diet GR Batasan Natrium/Hari (mg) Setara Garam Dapur/Hari (gr) Indikasi Klinis Khas
Diet GR I 200–400 mg 0.5 gram (sangat rendah) Edema/Asites berat, GGA/GGK fase akut, hipertensi berat. Hanya untuk jangka pendek.
Diet GR II 600–800 mg 2–3 gram (rendah) Edema/Asites sedang, Gagal Jantung, Hipertensi tidak terlalu berat. Ini adalah standar umum MRS.
Diet GR III 1000–1200 mg 4–5 gram (cukup rendah) Hipertensi ringan atau sebagai diet rumatan (jangka panjang) setelah kondisi akut teratasi.

Pengganti Garam dan Bumbu:

  • Pengganti Rasa Asin: Gunakan bumbu instan non-natrium atau garam pengganti (KCl), sesuai anjuran dietisien.
  • Penguat Rasa: Gunakan bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, daun salam, serai, daun jeruk, dan rempah-rempah lain dalam jumlah yang lebih banyak.
  • Penyegar Rasa: Gunakan air jeruk nipis/lemon, cuka, atau tomat untuk rasa asam.
Tabel Bahan Makanan dalam Diet Garam Rendah
Kelompok Bahan Makanan Bahan Makanan yang Dianjurkan (Bebas Natrium) Bahan Makanan yang Dibatasi Keras/Dihindari (Natrium Tinggi)
Sumber Protein Daging segar (sapi, ayam, ikan) yang tidak diawetkan. Telur segar, Tahu/Tempe tanpa garam saat memasak. Daging olahan (sosis, ham, bacon, kornet), Ikan asin, Ikan/telur/keju asin, Udang rebon/ebi, Telur pindang.
Bumbu Dapur Gula, Rempah alami segar (kunyit, jahe, ketumbar), Minyak, Cuka, Bumbu non-natrium. Garam dapur (NaCl), Kecap, Saus tomat/sambal botolan, Terasi, Penyedap rasa (MSG, kaldu instan), Acar, Tauco, Vetsin.
Roti/Sereal Nasi, Mi, Biun, Tepung terigu/tapioka/maizena tanpa garam/soda. Roti/biskuit yang dibuat dengan soda kue (baking soda) atau garam, Kerupuk, Kue asin.
Sayur/Buah Semua sayur dan buah segar dan tidak diawetkan. Sayuran/buah kaleng, Acar, Sayuran yang dimasak dengan garam.