Diet atau Makanan Rumah Sakit ➤ Standar Khusus Makanan Rumah Sakit
Diet Energi Tinggi Protein Tinggi (Diet ETPT)
Diet Energi Tinggi Protein Tinggi (Diet ETPT) atau sering disebut Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP), adalah diet terapi yang mengalami modifikasi signifikan pada domain Nilai Gizi untuk meningkatkan asupan energi dan protein secara simultan. Diet ini merupakan intervensi gizi utama yang diberikan kepada pasien dengan kondisi hipermetabolisme, katabolisme, dan/atau malnutrisi. Tujuan Pemberian Diet ETPT:
- Menghentikan Proses Katabolisme: Menyediakan energi dan protein yang cukup untuk menghentikan proses pemecahan jaringan tubuh (katabolisme) yang terjadi akibat stres metabolik, infeksi, atau trauma.
- Membangun Jaringan Tubuh: Mempercepat sintesis protein dan penyembuhan jaringan (misalnya pada luka bakar, luka operasi, atau ulkus).
- Memperbaiki Status Gizi: Meningkatkan berat badan, mengoreksi malnutrisi energi-protein yang telah terjadi, dan meningkatkan cadangan zat gizi.
- Mendukung Fungsi Imun: Protein yang adekuat sangat penting untuk produksi antibodi dan sel-sel imun yang berperan melawan infeksi (relevansi tinggi dengan modul Dietetika Penyakit Infeksi).
| No. | Aspek | Syarat Wajib Diet ETPT |
|---|---|---|
| 1. | Energi (Kalori) | Tinggi. Diberikan 2500–3000 kkal per hari atau 30–40 kkal/kgBB per hari (tergantung tingkat stres metabolik). |
| 2. | Protein | Sangat Tinggi. Diberikan 1.2 – 2.0 gram/kgBB per hari (setara 15%–25% dari total energi), menggunakan sumber protein nilai biologis tinggi. |
| 3. | Lemak | Cukup (25%–35% TEE). Digunakan sebagai sumber energi padat untuk mencapai target kalori tanpa menambah volume. |
| 4. | Karbohidrat | Sisa (45%–60% TEE). Diberikan secukupnya, terutama untuk menghemat protein (protein sparing effect). |
| 5. | Konsistensi | Biasa, Lunak, atau Cair (disesuaikan dengan toleransi dan Diagnosis Gizi terkait fungsi menelan/cerna pasien). |
| 6. | Porsi/Frekuensi | Diberikan 3 kali makanan utama dan 2–3 kali makanan selingan/suplemen yang padat energi dan protein. |
Strategi Peningkatan Gizi
- Frekuensi Kecil Sering: Pasien ETPT sering mengalami anoreksia (hilang nafsu makan). Pemberian porsi kecil namun sering (setiap 2-3 jam) lebih efektif daripada porsi besar yang tidak dihabiskan.
- Fortifikasi Makanan: Menambahkan bahan makanan padat gizi (seperti keju, susu bubuk, mentega, atau telur) ke dalam menu biasa tanpa mengubah rasa dan volume secara drastis (misalnya, menambahkan susu bubuk ke dalam sup).
- Suplemen Oral/Enteral: Jika asupan oral melalui makanan biasa dan selingan tidak mencapai target (> 75%), maka suplemen nutrisi komersial (berupa minuman tinggi kalori dan protein) harus diberikan sebagai intervensi ND pelengkap.
| Kelompok Bahan Makanan | Strategi untuk Meningkatkan Energi dan Protein | Contoh Implementasi |
|---|---|---|
| Sumber Protein | Meningkatkan porsi lauk pauk (hewani dan nabati) dan memilih sumber biologis tinggi. | Daging dan Ikan 2–3 kali lebih banyak dari porsi biasa. Mengonsumsi 2–3 butir telur/hari. |
| Susu & Olahannya | Menggunakan produk susu tinggi protein dan lemak. | Susu full cream atau susu formula tinggi protein. Penambahan keju parut pada makanan. |
| Lemak | Menggunakan lemak sebagai sumber kalori tambahan yang mudah disisipkan. | Menambahkan santan (jika ditoleransi), mentega, atau minyak berkualitas ke dalam hidangan. |
| Selingan | Memilih selingan yang padat gizi. | Puding susu, sandwich dengan filling daging/keju, buah yang dicampur yogurt, atau formula komersial. |