Diet atau Makanan Rumah Sakit ➤ Standar Diet Khusus yang Terkait Langsung dengan Penyakitnya
Diet Penyakit Diabetes Mellitus
Diet Diabetes Melitus (Diet DM) adalah diet terapi yang mengalami modifikasi ketat pada jenis, jumlah, dan jadwal pemberian makanan, khususnya zat gizi karbohidrat, untuk mencapai kadar glukosa darah normal dan mencegah komplikasi.
Tujuan Pemberian Diet DM:
- Mencapai dan Mempertahankan Kadar Glukosa Darah Normal: Mempertahankan kadar glukosa darah puasa 80-130 mg/dL dan A1C <7% untuk mencegah hiperglikemia.
- Mencapai dan Mempertahankan Berat Badan Ideal: Pada pasien obesitas, penurunan berat badan dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Pada pasien kurus, diet bertujuan mencapai berat badan normal.
- Mengontrol Tekanan Darah dan Lemak Darah: Mengurangi risiko komplikasi mikrovaskular (ginjal, mata) dan makrovaskular (jantung, stroke) dengan mengontrol kolesterol dan trigliserida.
- Mencegah Komplikasi: Mencegah komplikasi akut (hipoglikemia, ketoasidosis) dan kronis (penyakit jantung koroner, nefropati, neuropati).
Indikasi Pemberian:
- Penderita Diabetes Melitus Tipe 1 dan Tipe 2.
- Pasien dengan Gestational Diabetes Melitus (DM pada kehamilan).
- Penderita Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) atau Pradiabetes.
- Diagnosis Gizi utama: Asupan Karbohidrat Berlebihan/Tidak Konsisten (NI-5.8.1) atau Perubahan Nilai Lab Terkait Gizi (NC-2.2) berupa Glukosa Darah Tinggi.
Prinsip dan Syarat Diet Diabetes Melitus (3J)
Diet DM harus didasarkan pada prinsip 3J (Jenis, Jumlah, dan Jadwal) yang ketat dan individualistik, disesuaikan dengan umur, jenis kelamin, aktivitas, dan obat yang digunakan.
| No. | Aspek | Syarat Wajib Diet DM |
|---|---|---|
| 1. | Jenis (Kualitas Karbohidrat) | Utamakan karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah (misalnya nasi merah, roti gandum utuh) dan tinggi serat. Gula sederhana dibatasi ketat. |
| 2. | Jumlah (Nilai Gizi) | Energi disesuaikan untuk mencapai BB ideal. Karbohidrat (45%–65% TEE). Protein (10%–20% TEE). Lemak (<30% TEE, utamakan lemak tidak jenuh dan kolesterol <200 mg/hari). |
| 3. | Jadwal (Waktu Makan) | Konsisten. Diberikan dalam 3 kali makanan utama dan 2–3 kali makanan selingan (snack) untuk menghindari puncak glukosa (hiperglikemia) atau penurunan drastis (hipoglikemia). |
| 4. | Cairan | Cukup. Jika disertai komplikasi ginjal, pembatasan cairan, kalium, dan fosfor disesuaikan. |
Strategi Kontrol Karbohidrat:
- Pilih Indeks Glikemik Rendah: Makanan dengan Indeks Glikemik (IG) rendah dicerna dan diserap secara perlahan, menghasilkan kenaikan glukosa darah yang lebih stabil. Contoh: kacang-kacangan, roti gandum, sayuran non-tepung.
- Kontrol Porsi: Porsi karbohidrat untuk setiap waktu makan harus sama dari hari ke hari untuk menyesuaikan dosis obat DM yang diminum.
- Hindari Gula Murni: Tidak diperbolehkan mengonsumsi gula murni (gula pasir, sirup, madu, atau gula jawa) secara bebas. Pemanis buatan (rendah kalori) dapat digunakan dalam jumlah terbatas.
Tabel Bahan Makanan dalam Diet DM
| Kelompok Bahan Makanan | Bahan Makanan yang Dianjurkan (Rendah IG & Tinggi Serat) | Bahan Makanan yang Dibatasi Keras/Dihindari (Tinggi Gula/IG) |
|---|---|---|
| Sumber Karbohidrat | Nasi merah, Roti gandum utuh, Ubi, Kentang rebus (dengan kulit), Jagung, Oat. | Gula pasir, Sirup, Selai, Kue-kue manis, Nasi putih, Kentang goreng, Bihun, Mi. |
| Protein | Daging tanpa lemak (ayam tanpa kulit), Ikan, Tahu, Tempe direbus/kukus. | Daging berlemak (jeroan, sosis), Olahan yang digoreng atau dimasak dengan santan kental. |
| Lemak | Minyak tidak jenuh (minyak zaitun, minyak kedelai), Alpukat, Kacang-kacangan segar. | Mentega, Santan kental, Lemak hewani, Minyak goreng jelantah. |
| Buah-buahan | Apel, Jeruk, Pear, Pepaya, Jambu, Beri-berian (stroberi, bluberi). | Buah dalam kaleng (manis), Buah kering (kurma, kismis, manisan), Buah yang sangat manis (durian, nangka, mangga matang). |