Modifikasi Diet
Diet atau Makanan Rumah Sakit ➤ Standar Diet Khusus yang Terkait Langsung dengan Penyakitnya

Diet Penyakit Saluran Cerna

Diet untuk penyakit saluran cerna (gastrointestinal/GI) seringkali melibatkan modifikasi drastis pada kandungan serat dan residu (ampas makanan). Modifikasi ini dilakukan untuk mengontrol waktu transit makanan, mengurangi iritasi pada mukosa usus yang meradang, atau sebaliknya, untuk merangsang pergerakan usus (motilitas). Secara umum, intervensi diet untuk GI terbagi menjadi dua kelompok besar:

Diet Tinggi Serat: Untuk merangsang usus (misalnya, pada konstipasi).

Diet Tinggi Serat (Diet TS) fokus pada peningkatan asupan serat di atas AKG untuk menormalkan fungsi eliminasi dan membantu masalah metabolik.

Tujuan Gizi Indikasi Klinis Diagnosis Gizi
Meningkatkan volume tinja, melunakkan konsistensi feses, dan mempercepat waktu transit usus. 1. Konstipasi (Sembelit) kronis.
2. Penyakit Divertikular (dalam fase non-akut).
3. Hiperkolesterolemia dan Diabetes Melitus (sebagai diet penyerta).
Gangguan Fungsi Gastrointestinal (NC-1.2) b.d. pergerakan usus lambat.
Prinsip dan Syarat Diet TS:
  • Serat Total: 25–35 gram per hari.
  • Cairan: Wajib Tinggi (minimal 2–2.5 liter per hari) untuk mencegah sumbatan usus.
  • Konsistensi: Biasanya Biasa atau Lunak.
  • Pelaksanaan: Peningkatan serat harus bertahap selama beberapa hari.
Bahan Makanan Dianjurkan
Kelompok Bahan Makanan Contoh Bahan Makanan
Karbohidrat Nasi Merah, Roti Gandum Utuh, Sereal Oatmeal, Kulit Kentang.
Sayuran Sayuran hijau tua (bayam, brokoli), Buncis, Wortel, yang dimasak tidak terlalu matang.
Buah-buahan Buah utuh dengan kulit (Apel, Pir), Pepaya, Alpukat.
Lain-lain Kacang-kacangan (merah, hijau), Biji-bijian.
Diet Rendah Sisa: Untuk mengistirahatkan usus (misalnya, pada radang usus akut).

Diet Rendah Sisa (Diet RS) adalah modifikasi yang membatasi serat (residu) keras dan lemak, diberikan untuk mengistirahatkan usus.

Tujuan Gizi Indikasi Klinis Diagnosis Gizi
Memberikan makanan yang mudah dicerna dan meninggalkan sisa (ampas) minimal di saluran cerna untuk mengurangi iritasi mekanik dan volume feses. 1. Fase akut Kolitis Ulseratif atau Penyakit Crohn (Radang Usus).
2. Diare berat.
3. Stenosis/Striktur (penyempitan) usus.
Perubahan Fungsi Gastrointestinal (NC-1.2) b.d. peradangan usus.
Prinsip dan Syarat Diet RS:
  • Serat/Residu: Sangat Rendah. Serat kasar dibatasi hingga < 5–10 gram per hari.
  • Konsistensi: Mulai dari Cair Jernih atau Saring (Diet Saring) dan bertahap naik ke Lunak.
  • Protein & Kalori: Cukup hingga Tinggi (Diet RS ETPT) jika pasien mengalami malnutrisi (sangat umum pada penyakit radang usus).
  • Lemak: Sedang (dibatasi jika ada diare atau malabsorpsi lemak).
Bahan Makanan Dibatasi/Dihindari
Kelompok Bahan Makanan Bahan Makanan yang Dibatasi/Dihindari Bahan Makanan yang Dianjurkan (Rendah Sisa)
Karbohidrat Roti gandum utuh, Nasi merah, Sereal berserat (oatmeal). Nasi putih (bubur/tim), Roti putih/biskuit, Tepung halus.
Sayuran Semua sayuran mentah dan sayuran berserat keras (kol, buncis, brokoli, kulit kentang). Sayuran lunak yang direbus dan dihaluskan (puree) dan tanpa biji/kulit.
Buah-buahan Semua buah dengan kulit atau biji (jambu biji, nanas, apel kulit). Jus buah yang sudah disaring, Pisang, Pepaya (tanpa biji).
Protein Nabati Kacang-kacangan, Biji-bijian utuh, Tahu/Tempe mentah. Tahu/Tempe yang dihaluskan (puree).
Diet Terkait Lainnya (Diet Saring)

Diet Saring adalah diet rendah sisa yang dimodifikasi konsistensi, yaitu semua makanan dimasak hingga sangat lunak/lembek dan disaring atau dihaluskan.

Syarat Diet Saring:
  • Rendah Serat/Residu: Sangat mirip dengan Diet Rendah Sisa.
  • Konsistensi: Semua makanan harus berupa bubur kental, puree, atau disaring (sehingga tidak ada ampas).
  • Indikasi: Fase akut Gastritis, Ulkus Peptikum, atau sebagai transisi antara Makanan Cair Penuh menuju Diet Lunak.