Intervensi Gizi
Intervensi Gizi adalah tindakan yang direncanakan dan ditujukan untuk mengatasi etiologi (akar penyebab) dari Diagnosis Gizi. Tujuannya adalah untuk mengubah perilaku, kondisi lingkungan, atau faktor lain yang berkontribusi pada masalah gizi pasien, sehingga masalah tersebut dapat teratasi. Intervensi Gizi dibagi menjadi empat kategori utama (domain) yang harus dipilih dan disesuaikan dengan pernyataan Diagnosis Gizi (PES) yang telah ditegakkan sebelumnya:
| Domain Intervensi | Kode | Deskripsi Tindakan | Contoh Tindakan |
|---|---|---|---|
| Pemberian Makanan/Zat Gizi (ND) Food and/or Nutrient Delivery | ND | Tindakan yang berkaitan dengan penyediaan dan/atau pemberian makanan, zat gizi, atau suplemen kepada pasien. | Modifikasi diet (konsistensi, porsi, nilai gizi); Pemberian diet enteral/parenteral; Pemberian makanan tambahan/suplemen. |
| Edukasi Gizi (E) Nutrition Education | E | Tindakan pengajaran formal untuk memberikan pengetahuan dan/atau keterampilan terkait gizi kepada pasien/klien. | Memberikan edukasi tentang Diet Rendah Garam untuk hipertensi; Edukasi cara membaca label makanan. |
| Konseling Gizi (C) Nutrition Counseling | C | Proses kolaboratif yang membantu pasien menemukan solusi dan memotivasi perubahan perilaku terkait gizi. | Konseling teknik mindful eating untuk penurunan berat badan; Konseling manajemen self-efficacy dalam diet. |
| Koordinasi Asuhan Gizi (RC) Coordination of Nutrition Care | RC | Komunikasi dan koordinasi antara dietisien dengan tenaga kesehatan lain (dokter, perawat, apoteker) atau fasilitas lain. | Rujukan (referral) kepada ahli endokrin; Koordinasi dengan food service terkait modifikasi menu. |
Setiap intervensi harus memiliki tujuan yang jelas, terukur, dan berorientasi pada hasil. Tujuan harus memenuhi kriteria SMART:
| Kriteria | Penjelasan | Contoh Target (berdasarkan S) |
|---|---|---|
| Specific (Spesifik) | Tujuan harus jelas dan spesifik terkait perilaku/kondisi gizi apa yang ingin diubah. | Pasien akan meningkatkan asupan cairan hingga 2000 ml/hari. |
| Measurable (Terukur) | Tujuan harus dapat diukur menggunakan data objektif/subjektif. | Pasien akan menurunkan asupan natrium hingga < 2000 mg/hari. |
| Achievable (Dapat Dicapai) | Tujuan harus realistis dan dapat dicapai oleh pasien. | Target penurunan berat badan 0,5 - 1 kg/minggu. |
| Relevant (Relevan) | Tujuan harus relevan dengan diagnosis gizi dan kondisi klinis pasien. | Pemberian diet tinggi protein untuk pasien luka bakar (relevan dengan Diagnosis Peningkatan Kebutuhan Protein). |
| Time-bound (Terikat Waktu) | Ada kerangka waktu yang jelas kapan tujuan tersebut harus dicapai. | Perubahan perilaku ini dicapai dalam 2 minggu atau pada kunjungan kontrol berikutnya. |