Asuhan Gizi Sesuai Proses Asuhan Gizi Terstandar

Diagnosa Gizi

Langkah PAGT Keterkaitan dengan Diagnosis Gizi
Pengkajian Gizi (Assessment) Menyediakan data-data objektif dan subjektif (data antropometri, biokimia, klinis/fisik, dan riwayat gizi/makanan) yang kemudian dianalisa dan disimpulkan untuk menegakkan Diagnosis Gizi.
Intervensi Gizi (Intervention) Diagnosis Gizi yang akurat (terutama komponen etiologi) akan menentukan jenis dan tujuan intervensi gizi yang akan diberikan.
Monitoring dan Evaluasi (M/E) Komponen Tanda dan Gejala (Signs/Symptoms) pada Diagnosis Gizi menjadi parameter yang diukur untuk menilai apakah intervensi berhasil menyelesaikan masalah.
Diagnosa Gizi
Sumber: Modul Pelatihan TOT Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) bagi Tenaga Gizi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Dit. Gizi Kemenkes RI, WHO, PERSAGI, AsDI. 2014

Diagnosis Gizi selalu dinyatakan dalam format terstandar yang disebut pernyataan PES, yang merupakan singkatan dari:

Komponen Akronim Keterangan Pertanyaan Kunci Dietisien
Problem (Masalah) P Pernyataan tentang masalah gizi yang telah diidentifikasi. Apa masalah gizinya?
Etiology (Penyebab) E Akar penyebab atau faktor yang berkontribusi terhadap masalah gizi (P). Ini adalah faktor yang dapat diatasi oleh dietisien. Apa yang menyebabkan masalah tersebut?
Signs/Symptoms (Tanda/Gejala) S Data dari pengkajian gizi yang memberikan bukti keberadaan masalah (P). Ini adalah data yang dapat diukur. Bukti apa yang mendukung masalah ini?

Pernyataan Diagnosis Gizi ditulis dalam satu kalimat terpadu menggunakan penghubung terstandar:

Diagnosis Gizi (P) berkaitan dengan Etiologi (E) ditandai denganTanda/Gejala (S)
Domain Contoh Kasus Pernyataan PES
Fungsional (NC) Pasien pasca-stroke mengalami kesulitan menelan. Gangguan menelan (P) berkaitan dengan gejala sisa stroke (E) ditandai dengan sering tersedak pada saat makan (S).
Biokimia (NC) Pasien dengan Diabetes Mellitus (DM) memiliki kadar gula darah tinggi. Perubahan nilai lab terkait gizi (P) berkaitan dengan perubahan fungsi endokrin (E) ditandai dengan kadar gula darah sewaktu 250 mg/dL (S).
Asupan (NI) Pasien mengalami kelebihan berat badan karena porsi makan besar. Overweight (P) berkaitan dengan kelebihan asupan energi (E) ditandai dengan IMT 28 kg/m2 (S).

Diagnosis Gizi dikelompokkan ke dalam tiga domain utama. Dietisien wajib mengidentifikasi dan memilih diagnosis yang paling mendesak (prioritas) dari salah satu domain ini.

Tabel Kategori Utama Diagnosis Gizi
No. Domain Diagnosis Kode Fokus Masalah Contoh Masalah yang Diidentifikasi
1 Asupan (NI) Nutrition Intake NI Masalah yang berhubungan dengan asupan energi, zat gizi makro, zat gizi mikro, cairan, atau zat bioaktif (misalnya, suplemen). Asupan energi kurang; Asupan protein berlebihan; Kebutuhan zat gizi parenteral/enteral meningkat.
2 Klinis (NC) Nutrition Clinical NC Masalah yang berkaitan dengan kondisi fisik atau medis yang memengaruhi status gizi pasien (melalui fungsi, biokimia, atau berat badan). Kesulitan menelan (Dysphagia); Perubahan nilai lab terkait gizi; Berat badan kurang/lebih.
3 Perilaku-Lingkungan (NB) Nutrition Behavioral-Environmental NB Masalah yang berhubungan dengan pengetahuan, sikap, kepercayaan, perilaku, atau kondisi lingkungan (seperti ketersediaan makanan). Kurangnya pengetahuan terkait gizi; Perilaku makan yang berbahaya; Akses terbatas terhadap makanan.