Hepatitis Virus Akut
Hepatitis virus adalah penyakit hati yang disebabkan oleh adanya inflamasi atau peradangan hati. Penyebab peradangan tersebut dapat berupa virus, bakteri, toksin, obstruksi, parasit, atau bahan kimia. Jenis virus yang menyebabkan hepatitis adalah virus A, B, C, D, dan E.
Manifestasi klinis penyakit hati hampir sama untuk semua jenis Hepatitis. Berikut manifestasi klinis secara umum pada penyakit hati:
- Penderita dapat mengalami jaundice (berwarna kuning pada kulit, kuku atau sklera mata), urin berwarna gelap seperti teh, anoreksia, fatigue, sakit kepala, nausea, muntah dan demam/panas.
- Liver penderita membesar (hepatomegali) dan pada beberapa kasus limpa penderita juga membesar (splenomegali).
- Pemeriksaan biokimia menunjukkan adanya peningkatan kadar bilirubin darah, enzim alkaline phosphatase (ALT), dan enzim alanine transferase (AST).
Ada empat fase manifestasi klinis pada penyakit hati, yaitu:
- Fase Inkubasi, fase dimana terjadi gejala malaise, hilang nafsu makan, mual dan nyeri perut kanan atas.
- Fase Pre-Ikterik (gejala tidak spesifik): pada fase ini penderita dapat mengalami gejala panas badan, athralgia (nyeri sendi), arthritis (nyeri tulang), rash (ruam), dan angioedema (udem pada bibir).
- Fase Ikterik: pada fase ini penderita mengalami jaundice (kulit, membran mukosa dan mata tampak kuning).
- Fase Convaslescent/Recovery: fase dimana jaundice dan gejala-gejala di atas mulai hilang.
Manifestasi klinis untuk masing-masing jenis hepatitis berikut masa inkubasi virusnya dapat dilihat pada tabel berikut:
| Jenis | Masa Inkubasi | Gejala |
|---|---|---|
| Hepatitis A | 14–28 hari, bahkan sampai 50 hari | Flu-like illness, jaundice, mual, fatigue, nyeri abdomen, anoreksia, diare, demam |
| Hepatitis B | Bertahan 7 hari di luar tubuh | Flu-like illness, jaundice, mual, fatigue, muntah, demam, sering tanpa gejala |
| Hepatitis C | Rata-rata 7–9 minggu; bertahan 28 minggu | Sering tanpa gejala sampai sel hati rusak; flu-like illness, fatigue, mual, sakit kepala, nyeri abdomen |
| Hepatitis D | Terjadi bersamaan dengan infeksi HBV | Flu-like illness, jaundice, mual, fatigue, muntah, demam, sering tanpa gejala |
| Hepatitis E | 2–9 minggu | Malaise, hilang nafsu makan, nyeri abdomen, nyeri sendi, demam |
Penderita penyakit hati mengalami berbagai masalah gizi yang dapat mempengaruhi status gizinya. Asuhan gizi bagi penderita penyakit hati akan berhasil dengan baik, jika dilakukan dengan langkah-langkah pada proses asuhan gizi terstandar.
Langkah pertama adalah asesmen gizi untuk mengkaji masalah gizi yang mungkin terjadi pada penderita penyakit hepatitis. Penderita penyakit hepatitis dengan manifestasi yang ada dapat memberikan implikasi gizi. Implikasi gizi pada penderita penyakit Hepatitis adalah sebagai berikut:
- Asupan oral inadekuat karena gejala mual, muntah, hilang nafsu makan, nyeri abdomen, anoreksia, demam, dan sebagainya.
- Penurunan berat badan yang tidak diharapkan akibat asupan oral yang kurang.
- Defisiensi zat gizi akibat asupan yang tidak adekuat.
- Interaksi obat dan makanan (terutama pada terapi HCV).
Untuk menentukan konsumsi makanan dan cairan yang dapat diterima pasien, dilakukan survei konsumsi menggunakan metode 24-hour recall, diet history, atau food diary. Selain itu, diperlukan data biokimia dan data fisik klinis untuk menunjang penetapan diagnosis gizi.
Berikut contoh komponen yang dikaji pada asesmen gizi pasien hepatitis beserta interpretasinya:
| Penilaian | Hasil | Interpretasi |
|---|---|---|
| SGOT-SGPT | SGOT > 40 U/L, SGPT > 35 U/L | Terjadi kerusakan sel hati |
| Fosfatase Alkali | Normal | Tidak menunjukkan kelainan signifikan |
| Total serum bilirubin | > 18 µmol/L | Meningkat – hati tidak dapat membuang bilirubin atau terjadi destruksi sel darah berlebihan |
| Berat badan | Turun ≥ 5% dalam 1 bulan atau ≥ 10% dalam 6 bulan | Penurunan berat badan yang tidak diharapkan akibat asupan yang tidak sesuai kebutuhan |
| Penampilan fisik | Tampak kurus | Penurunan berat badan dan asupan gizi yang tidak adekuat |
| Kulit dan sklera mata | Berwarna kuning | Peningkatan bilirubin – gangguan fungsi hati |
| Mulut | Luka di ujung bibir (cheilosis) | Defisiensi vitamin dan/atau mineral |
| Lidah | Luka atau glossitis | Defisiensi vitamin dan/atau mineral |
Setelah dilakukan asesmen gizi, akan didapatkan kemungkinan-kemungkinan masalah gizi pada pasien penyakit hepatitis, yang akan disebut sebagai diagnosa gizi. Beberapa kemungkinan masalah gizi pada pasien penyakit hepatitis adalah:
- Asupan oral tidak adekuat
- Asupan protein dan energi tidak adekuat
- Interaksi obat dan makanan
- Gangguan utilisasi zat gizi (perubahan kemampuan metabolisme zat gizi dan substansi bioaktif)
- Penurunan berat badan yang tidak diharapkan
Beberapa contoh diagnosis gizi pada pasien dengan hepatitis:
- Gangguan utilisasi zat gizi (P atau Problem) berkaitan dengan hepatitis (E atau Etiologi) ditandai/dibuktikan dengan SGOT dan SGPT abnormal, bilirubin tinggi, serta tampak kuning (S/S atau Signs and Symptoms).
- Asupan oral tidak adekuat (P atau Problem) berkaitan dengan mual dan muntah (E atau Etiologi) ditandai/dibuktikan dengan asupan energi kurang dari kebutuhan, penurunan berat badan, dan tampak kurus (S/S atau Signs and Symptoms).
Catatan: Ingat penulisan diagnosis gizi dengan format PES.