Asuhan Gizi Pada Pasien Penyakit Saluran Cerna Atas dan Bawah

Praktikum

Bahan dan Alat Praktikum

a. Bahan

Kasus penyakit dari nomor 1–6

b. Alat

Daftar alat dibagi menjadi dua kelompok: Alat Masak dan Alat Hidang.

Alat Masak Alat Hidang
Dandang Rimmed flat plate (d = 23 cm)
Panci Saucer kotak (d = 14 cm)
Wajan + Spatula + Peniris Minyak Saucer bulat (d = 14 cm)
Pengaduk Sayur Gelas panjang
Teflon + Spatula Rimmed oval plate (d = 22.5 cm)
Gelas ukur Mangkuk sup
Timbangan Mangkuk biasa
Pisau Sendok makan
Talenan Sendok teh
Baskom Gelas belimbing
Mangkok plastik Garpu
Entong kayu Plato stainless steel
Cobek + ulek Plato melamin (anak)
Piring plastik Botol minum anak

Prosedur Praktikum

  1. Mahasiswa mengerjakan studi kasus sesuai dengan topik yang sudah diajarkan dosen mata kuliah.
  2. Setiap mahasiswa dalam masing-masing kelompok mengumpulkan kasus yang telah dikerjakan (sesuai dengan konsep asuhan gizi) kepada pembimbing praktikum atau dosen pemberi materi.
  3. Masing-masing kelompok mempresentasikan kasus yang sudah dikerjakan di hadapan dosen pembimbing dan melakukan revisi sesuai masukan.
  4. Membuat menu yang akan dimasak, menyusun rekap daftar belanja, menyusun daftar peminjaman alat, dan meminjam alat di laboratorium.
  5. Mahasiswa membagi tugas menjadi beberapa kelompok:
    • Kelompok rekap alat
    • Kelompok rekap belanja
    • Kelompok distribusi bahan makanan
    • Kelompok kebersihan
  6. Mendistribusi bahan makanan yang telah dibelanjakan ke masing-masing kelompok.
  7. Seluruh kegiatan praktikum dilakukan di laboratorium penyelenggaraan makanan.
  8. Melaksanakan kegiatan praktikum sesuai perencanaan.
  9. Menghidangkan menu yang telah diolah.
  10. Petugas kebersihan membersihkan seluruh ruangan praktikum setelah kegiatan selesai.
  11. Evaluasi kegiatan praktikum dilakukan pada masing-masing kelompok.
  12. Mahasiswa diperbolehkan makan hasil masakannya untuk merasakan pengalaman seandainya mereka sebagai pasien.
  13. Membuat laporan lengkap sampai tahap evaluasi dan menyerahkannya sesuai ketentuan.

Penerapan Terapi Diet Pada Pasien Dengan Penyakit Saluran Cerna Atas Dan Bawah

Kasus 1 (Kelompok 1 dan 2)

Nama Tn. Ag
Umur 21 tahun
Ruang Perawatan Ruang interna laki-laki kelas II
Diagnosa Penyakit Gastritis Kronis
Sosial Ekonomi Pasien merupakan seorang mahasiswa.
Antropometri
BB 51 kg
TB 163 cm
Biokimia
Albumin 3,4 mg/dl
Fisik Klinis
Kondisi Umum Mual, pusing, dan wajah terlihat pucat
Kesadaran Compos Mentis
Suhu 37°C
Tensi Darah 110/70 mmHg
Edema -
Riwayat Gizi

Hasil recall 24 jam:

Energi 2392.18 kkal
Protein 70.93 gram
Lemak 84.1 gram
Karbohidrat 365.8 gram
  • Kebiasaan makan pasien adalah 3x sehari dengan porsi sedikit dan tidak memiliki pantangan.
  • Lauk yang biasa dikonsumsi: ayam, telur, dan tempe.
  • Sayur yang sering dikonsumsi: cah wortel dan taoge.
  • Konsumsi buah jarang, hanya sekitar 2x seminggu.
  • Pasien suka minum minuman beralkohol dan kopi.
  • Pasien merupakan perokok berat.

Kasus 2 (Kelompok 3 dan 4)

Ny. Ar, 43 tahun, TB 160 cm, BB 52 kg. Bekerja sebagai asistant marketing di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang mesin rumah tangga. la seorang istri salah satu Kepala Divisi bank BUMN dan mempunyai 4 orang anak, anak tertua baru masuk kuliah dan anak bungsu masih duduk di SD kelas IV.

Ny. Ar. Sangat sibuk di rumah dan diluar rumah, walaupun mempunyai seorang pembantu dan seorang tukang kebun tapi ia tetap ingin mengurus suami dan anak-anaknya, mengurus rumah dan berusaha meningkatkan kariernya didunia usaha. Sarapan pagi bisa dilakukan dengan keluarganya, tetapi karena jam kantornya berlangsung hingga sore bahkan malam hari sedangkan jarak rumah dan kantor cukup jauh sehingga makan siang dilakukan di kantor dengan menu siap saji dan bahkan makan malam kadang dilewatinya jika ia harus kerja lembur. Sebagai gantinya ia sering menggunakan kopi, suplemen vitamin dan minuman bermineral untuk menjaga agar tetap fit hingga malam terulama jika ia harus mengikuti rapat direksi. Kebiasaan menggunakan aspirin untuk mengalasi sakit kepala yang kerap dialaminya sudah berlangsung sejak 10 tahun yang lalu. Beberapa minggu ini, ia mengalami beberapa tekanan dalam pekerjaan dan beberapa masalah yang terjadi pada anak-anaknya yang menginjak remaja. Seminggu yang lalu ia mengeluh sakit ulu hati, nyeri perut, mual, terutama dialaminya beberapa jam setelah makan, tubuh terasa lemah dan lemas. Karena keadaan tersebut ia menjadi malas makan meskipun kadang dengan makan 2 sendok nasi sedikit mengurangi keluhan tersebut. Hingga kemarin dia harus dirawat di rumah sakit kelas VIP karena keadaan memburuk disertai diare untuk mendapatkan pengobatan yang efektif. Diagnosa dokter Ulkus peptikum.

Hasil Pemeriksaan
Aspek Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan
Fisik Lemah, pucat, kesadaran CM, tekan epigastrium nyeri dan keras
Klinis Suhu tubuh 38°C, Nadi 83x/menit, RR 40x/menit, Tensi 100/70 mmHg, BAB feses lembek dan agak hitam
Laboratorium Hb 10 mg/dl, feses mikroskopis: leukosit (+), epitel (+), bakteri (+)
Endoskopi Tampak ulkus di sekitar pilorus
Hasil Anamnesa Diet
  • Suka masakan padang, soto surabaya serta berbagai jenis rujak.
  • Berdasarkan dietary history didapatkan rata-rata konsumsi energi 1500 kalori/hari dengan 2 kali makan utama dan 2 kali makan selingan.
Terapi dari Dokter
  • Istirahat
  • Obat:
    • antasida 3x/hr
    • cimetidine 2x/hr
    • obimin 2x/hr
    • sucralfate 1 gr/sebelum tidur
    • diet lambung sesuai keadaan pasien

Kasus 3 (Kelompok 5 dan 6)

An. Ty, jenis kelamin perempuan, 32 bulan, BB : 10 kg, LILA 16,4 cm. Pasien anak ke 3 dari 4 bersaudara dengan orang tua bekerja sebagai karyawan di pabrik sepatu. Sehari-hari ia diasuh oleh neneknya yang berusia 55 tahun dan bekerja sebagai pedagang sayur dirumahnya.

Pola dan kebiasaan makan sehari-hari sudah seperti keluarga yang lain, yaitu makan 3x sehari diselingi makanan jajanan pasar maupun kue kering, biscuit dan roti, dan juga biasa minum 1 gelas susu sapi segar. Mempunyai kebiasaan menghisap ibu jari tangan dan suka main diluar bersama teman-temannya termasuk bermain pasir dirumah tetangga yang sedang membangun. 2 hari yang lalu sepulang dari bermain air didekat kolam ikan tetangga bersama saudara sepupunya (8 tahun) yang sedang diganti airnya, sore harinya sering menangis, cengeng, muka nampak pucat, lesu, susah tidur, gelisah, dan badan terasa panas. Malam harinya panas badannya semakin meningkat, tidak mau makan, susu diminumnya hanya setengah gelas, muntah 1x. Untuk menurunkan panas tubuhnya, ibunya mengompres dengan air. Pagi harinya, panas tidak turun, dan muntah setelah diberikan makanan 3 sendok makan bubur ayam, BAB semakin sering 5x sampai dibawa ke puskesmas terdekat (puskesmas perawatan/kelas II) dengan feses encer dan terus minta minum tapi dimuntahkan.

Diagnosa pasien: Gastroenteritis

Hasil Pemeriksaan
Aspek Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan
Fisik Lemah, pucat, rewel, kulit kembali lembek > 2 detik, mata cekung, lidah kering, suhu tubuh 38,5°C, BAB 5x encer, dan anus merah
Laboratorium Hb 8,9 mg/dl, feses (mikroskopis): lekosit (++), epitel (+), urine: lekosit(+)
Endoskopi Tampak ulkus di sekitar pilorus

Kasus 4 (Kelompok 7 dan 8)

Identitas Pasien
Nama An. MH
Jenis kelamin Laki-laki
Umur 8 bulan 22 hari
Diagnosa Dokter Thypus Abdominalis
Hasil Pemeriksaan
Aspek Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan
Fisik Lemah, CM, rewel, mata cekung, dengan lidah kotor berselaput putih.
Laboratorium Hb 10 g/dl, hasil pemeriksaan salmonella thypi O, H+ (1/200)
Terapi yang Diberikan
  • Istirahat (bed rest)
  • Obat-obatan
  • Diet
Kelas Pelayanan

Kelas III

Antropometri
BB 8 kg (Ibu mengatakan bahwa saat sebelum sakit, BB pasien adalah 9 kg)
BBL 3,3 kg
PB 72 cm
Hasil Laboratorium
HB 13,1 gr/dl
Hematokrit 39,3/mm3
Leukosit 19.020%
Data Fisik
Kondisi Umum (KU) Cukup
Tensi 120/90 mmHg
GCS 456
Suhu 37°C
RR 22x/menit
Nadi 112x/menit
Riwayat Gizi

Riwayat Gizi Sekarang

  • Ibu mengatakan bahwa nafsu makan pasien menurun selama sakit karena pasien rewel.
  • Ibu mengatakan selama sakit pasien hanya mampu menghabiskan susu sebanyak 3–4 botol (volume 100 cc per botol, setara dengan 4 sendok takar per hari).
  • Ibu mengatakan selama sakit pasien hanya mampu menghabiskan 3 sendok takar bubur serelac.
  • Selama sakit, asupan ASI pasien berkurang — hanya menyusu selama 10 menit sebanyak 8 kali dalam sehari.
  • Hasil Recall 24 Jam:
    Energi 301,6 kkal
    Protein 21,2 gram
    Lemak 41 gram
    Karbohidrat (KH) 117 gram

Riwayat Gizi Dahulu

  • Pasien diberi ASI eksklusif sampai usia 5 bulan.
  • Pada usia 6 bulan, pasien mulai diberi bubur Serelac dan susu formula SGM.
  • ASI masih diberikan sampai sekarang.
  • Dalam sehari, pasien biasa menghabiskan 7 botol susu bervolume 100 cc (4 sendok takar per botol).
  • Dalam sehari, pasien biasa menghabiskan bubur sebanyak 5 sendok takar.
  • Dalam sehari, pasien biasa minum ASI sekitar 10 kali dengan lama waktu 15–20 menit setiap kali menyusu.

Kasus 5 (Kelompok 9 dan 10)

Tn. AW usia 45 tahun seorang pengusaha pengiriman barang yang sukses. la sangat sibuk dengan usahanya. Laki-laki yang mempunyai seorang istri dan tiga orang anak yang menginjak remaja ini mempunyai BB 70 kg dengan TB 165 cm. Selama beberapa bulan terakhir ini ia mempunyai keluhan sakit perut bagian kanan terutama selelah makan. Selain itu, ia juga merasakan sulit untuk buang air besar, awalnya ia hanya minum jamu untuk mengobati rasa sakitnya. Ketika rasa sakit semakin parah, ia juga merasa mual dan sering flatus. Bersama istrinya konsultasi ke dokter dan disarankan untuk dirawat di rumah sakit sambil dilakukan beberapa pemeriksaan.

Dari hasil anamnesa dengan ahli gizi diketahui bahwa pola makan Tn. AW tidak menyukai sayuran, tahu dan tempe. Kesukaannya adalah makanan berlemak atau santan. Kebiasaan makan paginya adalah nasi goreng telor atau roti isi keju dengan secangkir kopi. Untuk makan siang, sering di rumah makan padang. Frekwensi makan buah-buahan hanya sekali. Lebih suka makanan selingan seperti keripik jagung, emping, dan minuman ringan bersoda. la juga perokok 1 pack per hari. Diagnosa dokter Divertikulitis. Terapi yang diberikan adalah istirahat, obat-obatan dan diit.


Kasus 6 (Kelompok 11 dan 12)

Identitas Pasien
Nama Tn. M
Jenis Kelamin Laki-laki
Umur 46 tahun
No. Registrasi 6629309
Diagnosa Medis Vomiting + Febris
Keluhan Utama Panas, mual, muntah
Riwayat Penyakit
Sekarang Vomiting + febris
Dahulu -
Keluarga -
Antropometri
BB 66 kg
TB 160 cm
Pemeriksaan Laboratorium
HB 12,1 (↓) (N : 14 – 18)
Hematokrit 36,6 (↓) (N : 42 – 52)
Leukosit 14,1 (↑) (N : 4 – 11)
Fisik/Klinis
Tensi 130/90 mmHg (normal)
Suhu 37˚C
Kes CM (sadar)
Riwayat Gizi

Riwayat Gizi Sekarang:

  • Tidak pernah menghabiskan makanan dari RS dikarenakan mual dan muntah, bahkan makan pagi dari RS tidak dimakan sama sekali.
  • Hasil recall 24 jam:
    • Energi: (7%)
    • Protein: (2,7%)
    • Lemak: 0,3 (0,4%)
    • Karbohidrat: (11,5%)

Riwayat Gizi Dahulu:

  • Kebiasaan makan 2 kali dalam sehari dengan porsi kecil, lebih sering makan lauk seperti tempe goreng, tahu goreng, dan kerupuk tanpa nasi.
  • Jarang sekali makan nasi karena pasien memang tidak suka makan.
  • Pasien jarang berolahraga.
  • Tidak ada alergi dan pantangan dalam makanan.

Kriteria Penilaian

A. Kasus

Kasus merupakan tugas yang harus dikerjakan oleh masing-masing kelompok dan nantinya akan dipilih salah satu untuk dipraktekkan. Kriteria penilaian kasus harian adalah sebagai berikut:

No Pokok Bahasan Bobot Nilai
1 Data Dasar 10
2 Identifikasi Masalah 15
3 Diagnosa Gizi 25
4 Intervensi 20
5 Monitoring dan Evaluasi 15
6 Menu 15
Total 100

B. Evaluasi Kasus Kelompok

Kasus Kelompok adalah kasus yang harus dikerjakan oleh masing untuk dipraktekkan di laboratorium dietetika. Dalam kasus ini disertai dengan proposal kasus > presentasi kasus oleh kelompok > laporan akhir (setelah praktikum). Kriteria penilaian kasus kelompok adalah sebagai berikut:

No Pokok Bahasan Bobot Nilai
1 Asesmen (termasuk Identifikasi Masalah) 20
2 Diagnosa Gizi 30
3 Intervensi (termasuk Usulan Menu) 30
4 Monitoring dan Evaluasi 20
Total 100

C. Evaluasi Kelompok Hasil Praktikum

Penilaian meliputi hasil menu yang telah dibuat/dimasak sesuai dengan kasus yang telah didapat oleh masing-masing kelompok. Kriteria penilaian kasus kelompok adalah sebagai berikut:

No Uraian Pokok Bahasan yang Dinilai Bobot Nilai
1 Proses berkemas / kebersihan 15
2 Warna 15
3 Rasa 15
4 Tekstur 15
5 Cara penyajian 15
6 Kesesuaian menu dengan porsi dan kebutuhan 25
Total 100

D. Laporan Akhir (Bobot Nilai 70 - 100)

Kriteria penilaian kasus kelompok adalah sebagai berikut:

No Uraian Pokok Bahasan yang Dinilai Bobot Nilai
1 Proses berkemas / kebersihan 10
2 Warna 10
3 Rasa 10
4 Tekstur 10
5 Cara penyajian 15
6 Kesesuaian menu dengan porsi dan kebutuhan 25
7 Hasil Evaluasi dengan Pembimbing 20
Total 100