Penerapan Terapi Diet Pada Pasien Dengan Penyakit Saluran Cerna Atas Dan Bawah
Kasus 1 (Kelompok 1 dan 2)
| Nama |
Tn. Ag |
| Umur |
21 tahun |
| Ruang Perawatan |
Ruang interna laki-laki kelas II |
| Diagnosa Penyakit |
Gastritis Kronis |
| Sosial Ekonomi |
Pasien merupakan seorang mahasiswa. |
Antropometri
Biokimia
Fisik Klinis
| Kondisi Umum |
Mual, pusing, dan wajah terlihat pucat |
| Kesadaran |
Compos Mentis |
| Suhu |
37°C |
| Tensi Darah |
110/70 mmHg |
| Edema |
- |
Riwayat Gizi
Hasil recall 24 jam:
| Energi |
2392.18 kkal |
| Protein |
70.93 gram |
| Lemak |
84.1 gram |
| Karbohidrat |
365.8 gram |
- Kebiasaan makan pasien adalah 3x sehari dengan porsi sedikit dan tidak memiliki pantangan.
- Lauk yang biasa dikonsumsi: ayam, telur, dan tempe.
- Sayur yang sering dikonsumsi: cah wortel dan taoge.
- Konsumsi buah jarang, hanya sekitar 2x seminggu.
- Pasien suka minum minuman beralkohol dan kopi.
- Pasien merupakan perokok berat.
Kasus 2 (Kelompok 3 dan 4)
Ny. Ar, 43 tahun, TB 160 cm, BB 52 kg. Bekerja sebagai asistant marketing di sebuah perusahaan swasta yang
bergerak di bidang mesin rumah tangga. la seorang istri salah satu Kepala Divisi bank BUMN dan mempunyai 4 orang
anak, anak tertua baru masuk kuliah dan anak bungsu masih duduk di SD kelas IV.
Ny. Ar. Sangat sibuk di rumah dan diluar rumah, walaupun mempunyai seorang pembantu dan seorang tukang kebun
tapi ia tetap ingin mengurus suami dan anak-anaknya, mengurus rumah dan berusaha meningkatkan kariernya didunia
usaha. Sarapan pagi bisa dilakukan dengan keluarganya, tetapi karena jam kantornya berlangsung hingga sore
bahkan malam hari sedangkan jarak rumah dan kantor cukup jauh sehingga makan siang dilakukan di kantor dengan
menu siap saji dan bahkan makan malam kadang dilewatinya jika ia harus kerja lembur. Sebagai gantinya ia sering
menggunakan kopi, suplemen vitamin dan minuman bermineral untuk menjaga agar tetap fit hingga malam terulama
jika ia harus mengikuti rapat direksi. Kebiasaan menggunakan aspirin untuk mengalasi sakit kepala yang kerap
dialaminya sudah berlangsung sejak 10 tahun yang lalu. Beberapa minggu ini, ia mengalami beberapa tekanan dalam
pekerjaan dan beberapa masalah yang terjadi pada anak-anaknya yang menginjak remaja. Seminggu yang lalu ia
mengeluh sakit ulu hati, nyeri perut, mual, terutama dialaminya beberapa jam setelah makan, tubuh terasa lemah
dan lemas. Karena keadaan tersebut ia menjadi malas makan meskipun kadang dengan makan 2 sendok nasi sedikit
mengurangi keluhan tersebut. Hingga kemarin dia harus dirawat di rumah sakit kelas VIP karena keadaan memburuk
disertai diare untuk mendapatkan pengobatan yang efektif. Diagnosa dokter Ulkus peptikum.
Hasil Pemeriksaan
| Aspek Pemeriksaan |
Hasil Pemeriksaan |
| Fisik |
Lemah, pucat, kesadaran CM, tekan epigastrium nyeri dan keras |
| Klinis |
Suhu tubuh 38°C, Nadi 83x/menit, RR 40x/menit, Tensi 100/70 mmHg, BAB feses lembek dan agak hitam |
| Laboratorium |
Hb 10 mg/dl, feses mikroskopis: leukosit (+), epitel (+), bakteri (+) |
| Endoskopi |
Tampak ulkus di sekitar pilorus |
Hasil Anamnesa Diet
- Suka masakan padang, soto surabaya serta berbagai jenis rujak.
- Berdasarkan dietary history didapatkan rata-rata konsumsi energi
1500 kalori/hari dengan 2 kali makan utama dan 2 kali makan
selingan.
Terapi dari Dokter
- Istirahat
- Obat:
- antasida 3x/hr
- cimetidine 2x/hr
- obimin 2x/hr
- sucralfate 1 gr/sebelum tidur
- diet lambung sesuai keadaan pasien
Kasus 3 (Kelompok 5 dan 6)
An. Ty, jenis kelamin perempuan, 32 bulan, BB : 10 kg, LILA 16,4 cm. Pasien anak ke 3 dari 4 bersaudara dengan
orang tua bekerja sebagai karyawan di pabrik sepatu. Sehari-hari ia diasuh oleh neneknya yang berusia 55 tahun
dan bekerja sebagai pedagang sayur dirumahnya.
Pola dan kebiasaan makan sehari-hari sudah seperti keluarga yang lain, yaitu makan 3x sehari diselingi makanan
jajanan pasar maupun kue kering, biscuit dan roti, dan juga biasa minum 1 gelas susu sapi segar. Mempunyai
kebiasaan menghisap ibu jari tangan dan suka main diluar bersama teman-temannya termasuk bermain pasir dirumah
tetangga yang sedang membangun. 2 hari yang lalu sepulang dari bermain air didekat kolam ikan tetangga bersama
saudara sepupunya (8 tahun) yang sedang diganti airnya, sore harinya sering menangis, cengeng, muka nampak
pucat, lesu, susah tidur, gelisah, dan badan terasa panas. Malam harinya panas badannya semakin meningkat, tidak
mau makan, susu diminumnya hanya setengah gelas, muntah 1x. Untuk menurunkan panas tubuhnya, ibunya mengompres
dengan air. Pagi harinya, panas tidak turun, dan muntah setelah diberikan makanan 3 sendok makan bubur ayam, BAB
semakin sering 5x sampai dibawa ke puskesmas terdekat (puskesmas perawatan/kelas II) dengan feses encer dan
terus minta minum tapi dimuntahkan.
Diagnosa pasien: Gastroenteritis
Hasil Pemeriksaan
| Aspek Pemeriksaan |
Hasil Pemeriksaan |
| Fisik |
Lemah, pucat, rewel, kulit kembali lembek > 2 detik, mata cekung, lidah kering, suhu tubuh 38,5°C, BAB
5x encer, dan anus merah
|
| Laboratorium |
Hb 8,9 mg/dl, feses (mikroskopis): lekosit (++), epitel (+), urine: lekosit(+) |
| Endoskopi |
Tampak ulkus di sekitar pilorus |
Kasus 4 (Kelompok 7 dan 8)
Identitas Pasien
| Nama |
An. MH |
| Jenis kelamin |
Laki-laki |
| Umur |
8 bulan 22 hari |
| Diagnosa Dokter |
Thypus Abdominalis |
Hasil Pemeriksaan
| Aspek Pemeriksaan |
Hasil Pemeriksaan |
| Fisik |
Lemah, CM, rewel, mata cekung, dengan lidah kotor berselaput putih. |
| Laboratorium |
Hb 10 g/dl, hasil pemeriksaan salmonella thypi O, H+ (1/200) |
Terapi yang Diberikan
- Istirahat (bed rest)
- Obat-obatan
- Diet
Kelas Pelayanan
Kelas III
Antropometri
| BB |
8 kg (Ibu mengatakan bahwa saat sebelum sakit, BB pasien
adalah 9 kg)
|
| BBL |
3,3 kg |
| PB |
72 cm |
Hasil Laboratorium
| HB |
13,1 gr/dl |
| Hematokrit |
39,3/mm3 |
| Leukosit |
19.020% |
Data Fisik
| Kondisi Umum (KU) |
Cukup |
| Tensi |
120/90 mmHg |
| GCS |
456 |
| Suhu |
37°C |
| RR |
22x/menit |
| Nadi |
112x/menit |
Riwayat Gizi
Riwayat Gizi Sekarang
- Ibu mengatakan bahwa nafsu makan pasien menurun selama sakit karena pasien rewel.
- Ibu mengatakan selama sakit pasien hanya mampu menghabiskan susu sebanyak 3–4 botol (volume 100 cc per
botol, setara dengan 4 sendok takar per hari).
- Ibu mengatakan selama sakit pasien hanya mampu menghabiskan 3 sendok takar bubur serelac.
- Selama sakit, asupan ASI pasien berkurang — hanya menyusu selama 10 menit sebanyak 8 kali dalam sehari.
-
Hasil Recall 24 Jam:
| Energi |
301,6 |
kkal |
| Protein |
21,2 |
gram |
| Lemak |
41 |
gram |
| Karbohidrat (KH) |
117 |
gram |
Riwayat Gizi Dahulu
- Pasien diberi ASI eksklusif sampai usia 5 bulan.
- Pada usia 6 bulan, pasien mulai diberi bubur Serelac dan susu formula SGM.
- ASI masih diberikan sampai sekarang.
- Dalam sehari, pasien biasa menghabiskan 7 botol susu bervolume 100 cc (4 sendok takar per botol).
- Dalam sehari, pasien biasa menghabiskan bubur sebanyak 5 sendok takar.
- Dalam sehari, pasien biasa minum ASI sekitar 10 kali dengan lama waktu 15–20 menit setiap kali menyusu.
Kasus 5 (Kelompok 9 dan 10)
Tn. AW usia 45 tahun seorang pengusaha pengiriman barang yang sukses. la sangat sibuk dengan usahanya.
Laki-laki yang mempunyai seorang istri dan tiga orang anak yang menginjak remaja ini mempunyai BB 70 kg dengan
TB 165 cm. Selama beberapa bulan terakhir ini ia mempunyai keluhan sakit perut bagian kanan terutama selelah
makan. Selain itu, ia juga merasakan sulit untuk buang air besar, awalnya ia hanya minum jamu untuk mengobati
rasa sakitnya. Ketika rasa sakit semakin parah, ia juga merasa mual dan sering flatus. Bersama istrinya
konsultasi ke dokter dan disarankan untuk dirawat di rumah sakit sambil dilakukan beberapa pemeriksaan.
Dari hasil anamnesa dengan ahli gizi diketahui bahwa pola makan Tn. AW tidak menyukai sayuran, tahu dan tempe.
Kesukaannya adalah makanan berlemak atau santan. Kebiasaan makan paginya adalah nasi goreng telor atau roti isi
keju dengan secangkir kopi. Untuk makan siang, sering di rumah makan padang. Frekwensi makan buah-buahan hanya
sekali. Lebih suka makanan selingan seperti keripik jagung, emping, dan minuman ringan bersoda. la juga perokok
1 pack per hari. Diagnosa dokter Divertikulitis. Terapi yang diberikan adalah istirahat, obat-obatan dan diit.
Kasus 6 (Kelompok 11 dan 12)
Identitas Pasien
| Nama |
Tn. M |
| Jenis Kelamin |
Laki-laki |
| Umur |
46 tahun |
| No. Registrasi |
6629309 |
| Diagnosa Medis |
Vomiting + Febris |
| Keluhan Utama |
Panas, mual, muntah |
Riwayat Penyakit
| Sekarang |
Vomiting + febris |
| Dahulu |
- |
| Keluarga |
- |
Antropometri
Pemeriksaan Laboratorium
| HB |
12,1 (↓) (N : 14 – 18) |
| Hematokrit |
36,6 (↓) (N : 42 – 52) |
| Leukosit |
14,1 (↑) (N : 4 – 11) |
Fisik/Klinis
| Tensi |
130/90 mmHg (normal) |
| Suhu |
37˚C |
| Kes |
CM (sadar) |
Riwayat Gizi
Riwayat Gizi Sekarang:
- Tidak pernah menghabiskan makanan dari RS dikarenakan mual dan muntah, bahkan makan pagi dari RS tidak
dimakan sama sekali.
-
Hasil recall 24 jam:
- Energi: (7%)
- Protein: (2,7%)
- Lemak: 0,3 (0,4%)
- Karbohidrat: (11,5%)
Riwayat Gizi Dahulu:
- Kebiasaan makan 2 kali dalam sehari dengan porsi kecil, lebih sering makan lauk seperti tempe goreng, tahu
goreng, dan kerupuk tanpa nasi.
- Jarang sekali makan nasi karena pasien memang tidak suka makan.
- Pasien jarang berolahraga.
- Tidak ada alergi dan pantangan dalam makanan.
Kriteria Penilaian
A. Kasus
Kasus merupakan tugas yang harus dikerjakan oleh masing-masing kelompok dan nantinya akan dipilih salah satu
untuk dipraktekkan. Kriteria penilaian kasus harian adalah sebagai berikut:
| No |
Pokok Bahasan |
Bobot Nilai |
| 1 |
Data Dasar |
10 |
| 2 |
Identifikasi Masalah |
15 |
| 3 |
Diagnosa Gizi |
25 |
| 4 |
Intervensi |
20 |
| 5 |
Monitoring dan Evaluasi |
15 |
| 6 |
Menu |
15 |
| Total |
100 |
B. Evaluasi Kasus Kelompok
Kasus Kelompok adalah kasus yang harus dikerjakan oleh masing untuk dipraktekkan di laboratorium dietetika.
Dalam kasus ini disertai dengan proposal kasus > presentasi kasus oleh kelompok > laporan akhir (setelah
praktikum). Kriteria penilaian kasus kelompok adalah sebagai berikut:
| No |
Pokok Bahasan |
Bobot Nilai |
| 1 |
Asesmen (termasuk Identifikasi Masalah) |
20 |
| 2 |
Diagnosa Gizi |
30 |
| 3 |
Intervensi (termasuk Usulan Menu) |
30 |
| 4 |
Monitoring dan Evaluasi |
20 |
| Total |
100 |
C. Evaluasi Kelompok Hasil Praktikum
Penilaian meliputi hasil menu yang telah dibuat/dimasak sesuai dengan kasus yang telah didapat oleh
masing-masing kelompok. Kriteria penilaian kasus kelompok adalah sebagai berikut:
| No |
Uraian Pokok Bahasan yang Dinilai |
Bobot |
Nilai |
| 1 |
Proses berkemas / kebersihan |
15 |
|
| 2 |
Warna |
15 |
|
| 3 |
Rasa |
15 |
|
| 4 |
Tekstur |
15 |
|
| 5 |
Cara penyajian |
15 |
|
| 6 |
Kesesuaian menu dengan porsi dan kebutuhan |
25 |
|
| Total |
100 |
|
D. Laporan Akhir (Bobot Nilai 70 - 100)
Kriteria penilaian kasus kelompok adalah sebagai berikut:
| No |
Uraian Pokok Bahasan yang Dinilai |
Bobot |
Nilai |
| 1 |
Proses berkemas / kebersihan |
10 |
|
| 2 |
Warna |
10 |
|
| 3 |
Rasa |
10 |
|
| 4 |
Tekstur |
10 |
|
| 5 |
Cara penyajian |
15 |
|
| 6 |
Kesesuaian menu dengan porsi dan kebutuhan |
25 |
|
| 7 |
Hasil Evaluasi dengan Pembimbing |
20 |
|
| Total |
100 |
|