Anatomi & Fisiologi
Saluran cerna bagian bawah dapat dibagi menjadi usus halus dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum dan ileum. Walaupun terdiri dari tiga bagian, ketiganya bukan merupakan bagian yang terpisah satu sama lain tetapi memiliki anatomi, motilitas, sekresi digesti dan absorpsi yang berbeda.
Anatomi usus halus unik dan sangat fungsional. Anatomi didisain untuk menyediakan permukaan maksimum untuk digesti dan absorpsi hampir semua makanan. Motilitas usus halus dikontrol oleh sisten neuro enterik dan dipengaruhi oleh berbagai hormon, peptida, dan neurotransmiter. Motilitas usu halus dan usus besar penting dipelajari karena perannya pada beberapa penyakit yang membutuhkan dukungan gizi enteral. Dengan memahami motilitas dan identifikasi reseptor target untuk kontrol motilitas dapat membantu dalam penanganan penyakit, seperti penyakit irritable bowel syndrome, konstipasi kronik dan diare.
Usus halus memproduksi sekresi dan menerima sekskresi dari organ pencernaan lain yaitu pankreas dan kandung empedu. Sekresi tersebut termasuk hormon, enzim pencernaan, bikarbonat dan empedu. Cairan pankreas menyediakan enzim pencernaa utama di usus halus, yaitu tripsinogen, kimotripsinogen, prokarboksilase dan elastase. Amilase pankreatik merupakan enzim utama untuk pencernaan zat pati atau karbohidrat. Lipase pankreatik dan kolase untuk pencernaan lemak.
Masing-masing zat gizi memiliki tempat penyerapan di usus halus dan usus besar. Untuk tempat penyerapan atau absorpsi zat gizi pada usus halus dan usus besar dapat dilihat pada gambar berikut.
Sumber: Smith. Groff dan Gropper. 2005. Advanced Nutrition and Human Metabolism. 4e. hal. 47.
Kolon (usus besar) meliputi area dari caecum (tempat menempel usus buntu/appendiks), kolon asenden, kolon transversum, kolon desenden, sigmoid, rektum, dan anus. Anatomi usus besar dengan usus halus. Mukosa usus besar tiga lekukan lurus, tidak seperti usus halus yang berbentuk lekukan atau lipatan melingkar. Lekukan usus besar terdiri dari ascending, transverve dan descending. Bagian akhir kolon disebut sigmoid karena berbentuk huruf S. Ujung sigmoid kolon adalah rektum sebagai anal sphincter yang mengontrol pelepasasn isi intentin secara voluntary. Kolon juga tidak mempunyai vili atau mikoivili seperti usus halus yang merupakan permukaan penyerapan zat gizi. Untuk lebih jelasnya anatomi kolon dapat dilihat pada gambar berikut:
Sumber: Sherwood L. Human Physiology From Cell to System. 7e. 2010. dalam Sucher and Mattfeldt-Beman. 2011. Diseases of the Liver, Gallbladder, and Exocrine Pancreas: Nutrition Therapy and Pathophysiology. 2e. Hal. 385
Dibandingkan dengan usus halus, usus besar sedikit memproduksi sekskresi. Sel Goblet memproduksi mukus yang melindungi epitelium dan membantu dalam pembentukan feses. Kalium dan bikarbonat yang dilepaskasn oleh usus besar berpran dalam penyerapan elektrolit dan cairan yanh terjadi di usus besar.
Tidak ada pencernaan secara enzimatik di usus besar. Fungsi utama usus besar adalah meyediakan tempat untuk reabsorpsi air, elektrolit, dan beberapa vitamin. Peran dari usus besar atau kolon bertambah ketika terjadi gangguan atau penyakit pada usus halus. Kolon dapat meningkatkan penyerapan secara signifikan sebanyak tiga sampai lima kali dibandingkan kondisi normal. Pada kondisi dimana tidak terjadi penyerapan di usus halus, zat-zat gizi dari usus halus akan terbuang ke feses kecuali substrat yang dapat difermentasi menjadi asam lemak rantai pendek seperti serat dan zat pati resisten. Fungsi kedua kolon adalah sebagai tempat pembentukan dan penyimpanan feses.