Asuhan Gizi Pada HIV/AIDS

Ruang Lingkup HIV/AIDS

Etiologi

Penyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang disebabkan karena virus yang tergolong Retrovirus yang disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ini merupakan partikel yang inert, dan setelah masuk dalam sel target, virus ini baru bisa berkembang terutama dalam sel Lymfosit T, karena ia mempunyai reseptor untuk virus HIV yang disebut CD4 Virus ini tergolong sensitif terhadap pengaruh lingkungan seperti air mendidih, sinar matahari dan mudah dimatikan dengan berbagai desinfektan seperti eter, aseton, alkohol, jodium hipoklorit dan sebagainya, tetapi relatif resisten terhadap radiasi dan sinar utraviolet.

Penyebaran virus hanya terjadi jika melakukan hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan obat/narkotika. Penyebaran yang lain diantaranya melalui seks oral, memakai alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian; tranfusi darah dari orang yang terinfeksi; memakai jarum, suntikan, perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya serta penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.

Virus HIV dikenal juga sebagai virus yang rapuh, karena tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. Virus ini hanya bisa tahan di dalam cairan tubuh (cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI) dari orang yang terinfeksi dan tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin. Dengan kata lain jika kita sebagai tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan maupun asuhan gizi seperti memberikan makan, obat atau memberikan edukasi, kita tidak perlu khawatir, lakukanlah seperti kita menghadapi pasien lainnya.

Patofisiologi AIDS

Virus HIV menyerang sistem immune dan sistem syaraf. Apa yang dimaksud dengan Immunitas? Immunitas adalah kemampuan tubuh melindungi dirinya dari berbagai serangan virus, bakteri, polutan dan lain yang dari luar tubuh dan itu banyak, dan jika imunitas tubuh rendah maka mudah sekali sakit terutama penyakit infeksi.

Bagiamana penyerangannya? Virus HIV masuk ke tubuh manusia dia langsung masuk ke dalam darah dan langsung menyerang sel protein tertentu yaitu CD4 yang ada di limposit. Limposit adalah sumber utama kemampuan imunitas tubuh, yang terlibat immunitas humoral yang diproduksi sel Beta dan immunitas mediated sel yang diproduksi oleh Sel T. Oleh karena itu ciri utama penderita HIV adalah penurunan kadar CD4. Pada orang sehat , yang tidak terkena infeksi kadar CD4 berkisar antara 500 sampai dengan 1500 dalm setiap microliter darah. Penurunan kadar CD4 mendukung penderita mudah terkena infeksi dan kanker tertentu serta dapat menyerang syaraf yang akhirnya terjadi kerusakan otak.

AIDS akan terjadi jika kadar CD4 kurang dari < 200 mm3. Pada kondisi ini tubuh sudah tidak mempunyai kemampuan untuk melawan infeksi sehingga hampir seluruh bagian tubuh terinfeksi. Hal ini lah yang ditakutkan, makanya pemberian asuhan gizi dapat memperlambat virus ini berkembang agar tidak menjadi AIDS. Waktu yang diperlukan HIV menjadi AIDS jika tanpa terapi apapun rata-rata adalah 10 tahun.

Awal seseorang terinfeksi HIV, dalam kurun waktu 3 bulan lebih secara klinis orang tersebut belum tampak sakit dan belum mengalami gangguan organ maupun fungsi tubuh. Namun pemeriksaan serologi sudah menunjukkan ada penurunan nilai CD4 dan sudah dapat diketahui infeksi HIV. Pada Grafik dibawah ini tergambar proses alamiah HIV menjadi AIDS. Ada 4 stadium klinis pada penyakit HIV/AIDS, yaitu stadium I, II, III, dan IV. Stadium I atau akut menurut WHO yaitu tubuh sudah terinfeksi HIV dalam darah menyebabkan, jumlah CD4 menurun tetapi masih dalam batas nilai normal sehingga tubuh masih bisa mengatasi infeksi- infeksi yang menyerang tubuh sehingga pasien tidak tampak sakit, dan status gizinya masih sama seperti sebelum terinfeksi.

Pada Stadium II & III sudah terjadi pengrusakan sel Limfosit CD4+ dan terjadi penurunan jumlah CD4 yang menyebabkan beban virus meningkat sehingga terjadi gangguan metabolisme, infeksi oportunistik (IO), dan status gizi menurun. Stadium IV dimana beban virus meningkat drastis kemudian nilai CD4 menurun tajam terjadi pengrusakan CD4 oleh virus HIV kemudian infeksi opurtunistik (IO) ber tambah, dan status gizi memburuk, terjadilah cacheksia dan masuk dalam Stadium AIDS.

Perjalanan HIV menjadi AIDS
Perjalanan HIV menjadi AIDS
Sumber: WHO, 2015.

Bagaimana gejala penderita terkena HIV?

Virus HIV menyerang segala usia baik anak maupun dewasa. Gejala yang dapat diamati pada penderita dewasa adalah gejala mayor dan minor. Gejala mayor adalah terjadi penurunan berat badan sebesar 10 persen atau lebih dalam waktu sekitar satu bulan tanpa sebab, diare dan demam berkepanjangan lebih dari satu bulan. Sementara tanda minornya adalah batuk kering yang sulit sembuh; kulit gatal di sekujur badan; adanya infeksi jamur di mulut, lidah, atau tengorokan; terjadi pembesaran kelenjar di area ketiak, selangkangan, dan leher; terserang herpes zoster yang sulit sembuh, menurunnya kemampuan intelektual, dan kerusakan syaraf peripher.

Gejala yang muncul pada anak yang terserang virus HIV pada kondisi awal mungkin hampir tidak terlihat, setelah dicermati baru nampak gejala mayornya yaitu ada keterlambatan pertumbuhan, diare kronis atau berulang, pneumonia interstisial, atau sariawan. Sedangkan gejala minornya adalah: kulit gatal di semua bagian badan; pembengkakan di leher, ketiak, atau selangkangan; Serangan jamur di tenggorokan, lidah, atau mulut; infeksi telinga, tenggorokan, atau organ lain.; batuk yang tidak mereda. Namun tanda dan gejala yang nampak jelas pada AIDS adalah lemas, anorexia, diare, berat badan turun, demam dan menurunnya sel darah putih atau leukopenia. Untuk itu bagi seseorang yang terinfeksi HIV sebaiknya segera memeriksakan kondisi kesehatannya agar jangan sampai kondisi kesehatannya semakin parah atau menurun.