Asuhan Gizi Pada HIV/AIDS

Kondisi Khusus yang Perlu Dipertimbangkan

Ada beberapa kondisi yang diakibatkan oleh adanya infeksi HIV diantaranya sindroma wasting, kegemukan dan sindroma lipodystrophy. Sindroma ini sangat erat dengan asuhan gizi.

Sindroma wasting

Sindroma wasting adalah sindroma penurunan berat badan kurang lebih dari 10 % dari berat semula yang disertai salah satunya diare kronik tanpa penyebab yang jelas. Kadang kala diikuti dengan badan merasa lemas dan disertai demam berkepanjangan tanpa penyebab yang jelas. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa penderita HIV sering mengalami anorexia, depresi, rasa lelah, mual, muntah, sesak nafas, diare serta infeksi. Hal ini menyebabkan asupan gizi tidak adekuat, tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi yang tinggi dan disertai infeksi akut. Akibatnya terjadi kondisi kurang gizi, dan menurunkan kapasitas fungsional, dan tidak berfungsinya kekebalan tubuh sehingga morbiditas dan mortalitas meningkat. Dengan demikian mudah sekali penderita HIV jatuh pada kondisi status gizi buruk yang bersifat multifaktor, bukan karena asupan makan saja melainkan ada gangguan absorpsi dan metabolisme zat gizi, interaksi obat serta menurunnya aktifitas fisik.

Kegemukan

Kegemukan pada pasien HIV kadang kala dianggap sebagai faktor yang baik karena dapat melindungi tubuh dari keganasan perjalanan penyakit. Namun hal ini sekarang disanggah, karena kegemukan ini adalah efek dari obat antivirus yang dikonsumsi oleh pasien. Hal ini juga mempercepat terjadinya penyulit baru seperti penyakit jantung, diabetes, dyslipidemia dan lain-lain. Oleh karena itu mempertahankan BB normal sangat dianjurkan dengan melakukan monitoring yang berkesinambungan.

Lipodystropi

Lipodystropi muncul berkaitan dengan metabolism yang abnormal dan permukaan tubuh berubah, termasuk peletakan simpanan lemak terutama jaringan adipo visceral di bagian abdomen atau atropi lemak yang ditunjukkan dengan kehilangan lemak subkutan di dalam muka, pantat, dan ektremitas. Abnormal metabolik termasuk dyslipidemia termasuk LDL dan trigliserida yang tinggi, HDL rendah, insulin resistan. Sindroma ini terjadi secara mandiri dan simultan. Penyebab lipodystropi adalah multifaktor, namun terkait dengan lamanya terinfeksi HIV, lamanya mengkonsumi obat, umur, jenis kelamin, meningkatnya BMI (body mass index), beban virus. Anjuran untuk melakukan aktifitas fisik, intake serat yang adekuat, dapat menurunkan resiko peletakan lemak. Omega 3 sangat bermanfaat untuk menurunkan trigliserida darah, menurun inflamasi dan memperbaiki depresi.