Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dari waktu ke waktu. Contoh: anak akan bertambah berat dan tinggi badannya sampai usia dewasa. Perkembangan adalah bertambahnya fungsi tubuh yaitu psikomotor, mental dan sosial. Contoh: anak akan berkembang mulai memiringkan tubuh, tengkurap, merangkak, berjalan, berdiri dan berbicara. Pada anak yang mengalamai penyakit Kurang Energi Protein maka akan terjadi hambatan pada proses tumbuh kembangnya. Untuk memantau pertumbuhan sejak bayi lahir sampai balita dapat dipantau berdasarkan berat badannya setiap bulan yang dicatat pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Dengan mencatat pertambahan berat badan anak akan terlihat apakah anak tersebut tumbuh sesuai garis pertumbuhan anak sehat. Anak dikatakan sehat apabila berat badannya mengikuti pita/grafik pertumbuhan yang tertera pada KMS sedangkan anak dikatakan mengalami hambatan pertumbuhan (indikator adanya gangguan) apabila berat badannya tetap atau pada grafik KMS digambarkan mendatar atau menurun memotong grafik pertumbuhan dibawahnya.
Pertumbuhan anak dikatakan normal bila pertambahan berat badannya sesuai umur minimal bertambah seperti terlihat pada tabel berikut:
| Usia (bulan) | Penambahan Berat Badan Minimal (gram) | |
|---|---|---|
| Laki-laki | Perempuan | |
| 1 | 800 | |
| 2 | 900 | |
| 3 | 800 | |
| 4 | 600 | |
| 5 | 500 | |
| 6 | 400 | |
| 7 | 400 | |
| 7 - 10 | 300 | |
| 8 - 11 | 300 | |
| 11 - 60 | 200 | |
| 12 - 60 | 200 | |
Dengan membandingkan berat badan anak dengan pertambahan yang harus dicapai dengan pertambahan usianya dapat digunakan sebagai standar apakah anak tersebut sehat atau mengalami masalah gizi. Untuk mengetahui secara jelas bagaimana pertumbuhan berat badan anak dikatakan normal atau tidak normal berdasarkan grafik di KMS dapat dilihat pada gambar tersebut dibawah.
Sumber: Direktorat Gizi. Kemenkes. (2014) Pelatihan bagi Pelatih Tata Laksana Gizi Buruk bagi Tenaga Kesehatan.
Pada anak yang menderita penyakit kurang energi dan protein maka dari hasil penimbangan berat badannya dapat digunakan sebagai batasan apakah anak tersebut sudah mengalami penyakit energi dan protein. Seperti tabel dibawah, anak dikatakan mengalami status gizi buruk atau sebagai tanda adanya Penyakit Kekurangan Energi dan Protein bila secara klinis dapat dilihat kurus, adanya edema minimal pada kedua punggung kaki dan hasil antropometri menunjukkan nilai BB/TB atau PB sebesar < 70 % dari median atau nilai Z score ≤ 3 SD.
Perlu diperhatikan saat menentukan hasil penimbangan, pada anak yang mengalami odema kemungkinan berat badannya lebih sehingga hasil pengukuran antropometri kemungkinan tidak menunjukkan batasan berat badan kurang atau status gizi kurang/buruk.
| Status Gizi | Tanda Klinis | Antropometri (BB/TB-PB) |
|---|---|---|
| Gizi Buruk | Sangat kurus dan atau edema minimal pada kedua punggung kaki | < -3 SD *) |
| Gizi Kurang | Kurus | ≥ -3 SD – < -2 SD |
| Gizi Baik | Tampak sehat | -2 SD – 2 SD |
| Gizi Lebih | Gemuk | >2 SD |